Headlines:
DIHARAPKAN SEBELUM MELAKUKAN DEPOSIT MOHON HUBUNGI CS KAMI UNTUK KONFIRMASI REKENING TERBARU KAMI. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENGIRIMAN KE REKENING YANG SUDAH TIDAK DIGUNAKAN
'Bak Hadirkan Maradona Ke Naples' - Franck Ribery Langsung Bergelar 'Raja Salerno' Dengan Ke Salernitana

dunia sport88 - Kehadiran legenda Bayern Munich itu menimbulkan huru-hara di Salerno dengan meneken kontrak satu tahun bersama klub promosi kota tersebut

CR7 boleh pergi, tetapi FR7 telah kembali!

Hebatnya lagi, Franck Ribery menimbulkan kehebohan yang lebih dahsyat di Salerna jika dibandingkan hiruk-pikuk di Turin saat Cristiano Ronaldo bergabung ke Juventus dari Real Madrid tiga tahun yang lalu.

Fans Salernitana yang gembira bukan main langsung memborong jersey dengan nama pria Prancis itu bahkan sebelum kepindahannya resmi diumumkan. Hal ini memaksa pihak klub menebar ancaman gugatan, yang dengan tegas mewanti-wanti bahwa suvenir Granata hanya boleh dibeli dari toko resmi.

Sempat ada baku hantam antara dua fans sebelum Ribery dipresentasikan di Stadio Arechi Selasa siang, setelah seorang pria, yang dilaporkan membawa pisau, anehnya malah menghina-dina direktur olahraga Salernitana, Angelo Fabiani, yang mewujudkan transfer mengejutkan ini.

Namun sebagian besar dari 10.000 fans yang hadir hanya bisa tenggelam dalam sukacita dan rasa syok. Tak heran, saat Ribery membawa Bayern Munich meraih treble bersejarah 2013 lalu, Salernitana cuma mengarungi kasta keempat sepakbola Italia.

Ribery mungkin tak lagi sama dengan saat ia berbagi podium Ballon d'Or bersama Ronaldo dan Lionel Messi, sementara Salernitana memang baru saja kembali ke Serie A untuk pertama kalinya dalam 23 tahun.

Tetapi transfer ini memang kabar yang mahahebat. Fabiani sampai bereaksi dengan berlebihan, ia mengklaim bahwa perekrutan Ribery oleh Salernitana itu "bagai [Napoli] menghadirkan Diego Maradona ke Naples" pada 1984 lalu.

Tak ada yang pernah menduga transfer ini, apalagi karena Ribery punya pilihan lain.

Medhi Benatia berharap bisa membujuk mantan rekan satu timnya di Bayern untuk menyusulnya ke Liga Super Turki, ke Fatih Karagumruk, sedangkan Verona dan Torino juga tertarik.

Namun justru Salernitana lah yang mampu meyakinkan Ribery untuk melanjutkan kariernya di Stadio Arechi, mereka mengontrak pemain 38 tahun itu selama semusim dengan gaji €1,5 juta.

Tetapi Fabiani bersikeras bahwa bukan uang yang menjadi pemicu terwujudnya kesepakatan ini.

"Anda bisa mengukur seorang pria dari caranya tak membahas gaji, alih-alih ia malah menanyakan soal kotanya, menyaksikan keindahan Salerno dan juga menyempatkan menonton beberapa laga kami," jelasnya. "Mungkin ia dimantapkan dengan melihat sebuah klub yang mengembangkan sepakbolanya dalam beberapa tahun terakhir."

Ribery pasti akan merasa ia mengambil keputusan yang tepat setelah disambut bak bangsawan oleh suporter Salernitana yang bersukacita, dengan Corriere dello Sport mengklaim bahwa ia sudah ditahbiskan sebagai 'Raja Salerno'!

"Negosiasinya tidak butuh waktu lama," jelasnya kala dipresentasikan. "Saya berbicara kepada Fabiani dalam konferensi video dan ia menularkan semua motivasinya. Dan saya merasakan kecintaan fans bahkan sebelum tiba."

"Saya sudah merasa seperti di rumah. Rasanya seperti sudah di sini selama dua atau tiga tahun. Saya merasa baik, tetapi saya tak di sini untuk bersenang-senang. Saya masih harus membuktikan diri saya."

Mungkin tidak kepada insan sepakbola, tetapi kepada Fiorentina.

Yang memotivasi keputusan Ribery menetap di Serie A, alih-alih hijrah ke Timur Tengah atau Asia dengan digaji tinggi, dipercaya adalah hasratnya untuk membuat sang mantan menyesal telah memutusnya.

Memang, Ribery tidak senang dengan caranya berpisah dari I Viola. Ia tak malu-malu menyatakan keinginannya bertahan di Florence untuk musim ketiga dan mengklaim pihak klub membiarkan kontraknya habis tanpa menghubunginya sama sekali.

"Tak ada yang menghubungi saya dan itu artinya saya agak kurang dihormati," ujarnya kepada Toscana TV. "Tapi saya enggan menjelek-jelekkan siapa pun, apalagi pihak klub."

"Sayang tidak bisa lanjut [di sana], tapi begitulah hidup, begitulah sepakbola."

Karenanya, kini ia akan menghadapi tantangan baru, yang jelas tidak mudah.

Salernitana kalah di dua laga pertama Serie A musim ini, bahkan kebobolan tujuh kali.

Tak mengherankan sebagai sebuah tim promosi, pasukan Fabrizio Castori kekurangan materi pemain level kasta tertinggi. Namun mereka telah merekrut beberapa nama yang tak buruk-buruk amat musim panas ini, termasuk Matteo Ruggeri, Joel Obi, Federico Bonazzoli, dan Simy.

Nama terakhir menjadi salah satu yang paling dinanti-nanti, mengingat striker Nigeria itu mencetak 20 gol di Serie A bersama Crotone musim lalu.

Harapannya kelincahan dan kecerdikan Ribery bisa membantu Simy menjaga ketajamannya musim ini, dan eks-penggawa Prancis itu memang masih memiliki kemampuan fantastis untuk menciptakan ruang dengan visi umpan yang mematikan.

Ribery boleh jadi hanya mengemas lima gol dan sembilan assist dalam 50 penampilan bagi Fiorentina, tapi angka tersebut tak buruk-buruk amat bagi tim yang sedang terseok.

Penting untuk diingat ia juga impresif menghadapi raksasa, terutama saat menghadapi Inter Milan dan AC MIlan musim lalu, dan bahwa bekas bintang Fiorentina seperti Sebastian Frey dan Luca Toni menyayangkan kepergian Ribery dari Artemio Franchi musim panas ini.

Frey berbicara kepada Radio Toscana: "Saya rasa tak ada yang lebih sesuai daripada Ribery untuk membantu pertumbuhan pemain muda di Fiorentina."

Salernitana kini akan mengandalkan Ribery untuk bisa membawa dampak positif kepada skuad mereka yang terbilang masih hijau.

Ribery dan keluarganya memang akan pindah ke pesisir Amalfi, tetapi ia jelas tak menganggap kepindahan ini sebagai liburan semata dan, jika ia bisa mengangkat klub dari jurang degradasi, kontraknya akan diperpanjang satu tahun.

Namun tak sedikit yang curiga bahwa transfer ini lebih ke soal finansial semata.

"Saya hidup demi sepakbola," ujar Ribery kepada reporter. "Jika saya hidup demi uang, saya tak akan di sini."

Dengan pernyataan seperti itu, bisa dibayangkan bagaimana bisa fans Salernitana sudah amat menyayanginya.

Kisah ini mungkin bukanlah kisah cinta abadi seperti antara Maradona dan Naples, namun Ribery dan Salerno bisa menjadi sebuah kisah romansa yang mendebarkan.