Headlines:
DIHARAPKAN SEBELUM MELAKUKAN DEPOSIT MOHON HUBUNGI CS KAMI UNTUK KONFIRMASI REKENING TERBARU KAMI. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENGIRIMAN KE REKENING YANG SUDAH TIDAK DIGUNAKAN
Kala

dunia sport88 -  "Tuhan" AC Milan Zlatan Ibrahimovic mendapat pelajaran berharga dari "keledai" Romelu Lukaku di Derby Della Madonnina.

AC Milan tidak pernah memiliki seorang raja. Tetapi mereka punya Tuhan.

Masih hangat di ingatan publik bagaimana Zlatan Ibrahimovic mengklaim dirinya adalah Tuhannya Milan setelah mampu membawa klub ini kembali memanaskan persaingan Scudetto edisi 2020/21 setelah mengalami hibernasi selama nyaris satu dekade.

Namun, "kuasa" Tuhannya Rossoneri tak terasa sama sekali di laga kontra Inter Milan dalam Derby Della Madonnina tergres. Ya, Zlatan hanya bisa mengernyitkan dahi kala mendapati para "hamba"-nya tak mampu berbicara banyak meladeni serbuan skuad Antonio Conte Minggu akhir pekan kemarin.

Sebelum pertandingan, sorotan tajam memang tertuju pada duo Romelu Lukaku dan Zlatan. Apalagi kalau bukan karena insiden perseteruan kedua bomber raksasa ini di fase perempat-final Coppa Italia beberapa waktu lalu.

Saling ejek terdengar di antara keduanya, namun kuat dugaan bahwa Zlatan melontarkan ucapan berbau rasialis kepada penyerang internasional Belgia tersebut, yakni olok-olokan "keledai".

Di kancah sepakbola Inggris, julukan keledai ditujukan untuk pemain yang punya fisik oke tetapi buruk dalam hal sentuhan pertama, kontrol bola dan tembakan. Zlatan memahami istilah ini ketika dia berkarier di Liga Primer, kebetulan saa itu dia satu tim dengan Lukaku di Manchester United.

Saking jeleknya Lukaku di mata Zlatan saat keduanya bernaung di Old Trafford, sampai-sampai legenda Swedia itu berani bertaruh akan memberi eks penyerang Everton dan Chelsea itu £50 jika setiap sentuhan bolanya berjalan bagus.

"Saya akan mengatakan ini [keledai] pada Romelu. Jangan berharap teknik bagus dari Lukaku," kata Zlatan di satu kesempatan wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

"Kekuatan terbaik dia hanya sebatas karena fisiknya saja. Kalau saja dia mau mendengarkan saya. Di Manchester United, kami bertaruh. Saya akan memberi Anda £50 untuk setiap sentuhan pertama bagus yang Anda lakukan," tegasnya.

Faktanya, di bawah sentuhan tangan dingin Conte, penilaian Zlatan terhadap Lukaku justru amat kontradiktif. Di Man United Lukaku boleh melempem, tetapi tidak demikian bersama Nerazzurri.

Seolah ingin menampar wajah Si Tuhannya Milan, Lukaku sang keledai merespons olok-olokan Zlatan dengan penampilan ekselen di Derby Della Madonnina terbaru.

Kreasi Lukakku lewat umpan crossing empuk, sukses ditanduk sempurna oleh partner-nya di lini depan, Lautaro Martinez, untuk membuka skor pertandingan. Penyerang Argentina itu kembali merobek jala Milan dengan tap-in manis setelah menerima umpan silang datar dari Ivan Perisic.

Lukaku kemudian menyempurnakan pesta sekaligus membuat game over 25 menit tersisa dengan sebuah gol solo indah. Membawa bola ke tepi kotak sensitif Milan sembari menaklukkan penjagaan, tembakan keras nan mendatar dari penyerang 27 tahun itu memaksa kiper Gianluigi Donnarumma memungut bola kali ketiga dari jalanya.

Selebrasi gol Lukaku tampak emosional. Dia melompat di dekat bendera corner sambil menunjuk-nunjuk dadanya dan terdengar sebuah teriakan.

Fans berusaha mencari tahu apa yang diteriakkan Lukaku, sementara jurnalis sepakbola Emanuel Rosu mendengar Lukaku seperti mengucapkan kata "Dio, diooo", yang jika diterjemahkan adalah 'Tuhan'.

Jika demikian adanya, tentu hal ini kental dengan nuansa sindiran terhadap Zlatan yang mengaku dirinya adalah Tuhannya Milan, tetapi di satu sisi dibuat tunduk oleh magis Lukaku di San Siro.

Namun sebagian fans lainnya menganggap Lukaku meneriakkan kata "Io" yang artinya "saya". Tapi Rosu bisa memastikan bahwa teriakan Lukaku bisa bermakna dua-duanya.

"Saya berkali-kali mendengarkan, bisa saja "Io", yang artinya adalah "saya', namun bisa juga "Dio", yang berarti Tuhan. Di satu sisi, ini tentu ditujukan pada Zlatan, yang sebelumnya mengatakan bahwa dia adalah "Tuhan"-nya Milan, jadi dua poin ini bisa masuk akal," jelasnya.

Yang menarik, Zlatan tertangkap kamera memberi applaus sesaat setelah Lukaku mencetak gol ketiga bagi Inter. Beberapa fans meyakini, Zlatan kini telah mengakui kualitas Lukaku, tetapi sebagian lagi menganggap itu adalah tepuk tangan untuk menyemangati para pemain Milan setelah defisit tiga gol.

 

Apapun itu, satu hal yang pasti, Lukaku telah memberi pelajaran pada Zlatan agar bersikap lebih membumi. Terlebih, Milan saat ini jadi tertinggal empat poin dari Inter di pacuan Scudetto.

Tuhan harusnya bisa mengubah takdir. Namun jika keberuntungan dalam sebuah pertandingan saja tak tercurahkan, maka benar Milan memang tak punya raja, apalagi Tuhan!