Headlines:
DIHARAPKAN SEBELUM MELAKUKAN DEPOSIT MOHON HUBUNGI CS KAMI UNTUK KONFIRMASI REKENING TERBARU KAMI. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENGIRIMAN KE REKENING YANG SUDAH TIDAK DIGUNAKAN
Paul Merson: Coba Manchester City Yang Di Puncak, Tak Seorang Pun Peduli!

dunia sport88 - Eks Arsenal ini mengakui Liverpool layak juara, tapi ia juga tidak setuju jika gelar itu diberikan dalam kondisi saat ini.

Paul Merson mengakui Liverpool sedang dalam situasi tidak beruntung terkait penghentian Liga Primer Inggris akibat pandemi virus corona.

Seperti diketahui, Liverpool di ambang mengakhiri puasa gelar liga dalam 30 tahun, mengingat saat ini mereka unggul 25 poin di puncak klasemen dengan musim tinggal menyisakan sembilan partai. Meski demikian, penghentian kompetisi memungkinkan adanya pembatalan juara dan degradasi.

Merson menyebut The Reds layak juara jika memandang performa luar biasa mereka. Namun, di satu sisi ia juga tidak setuju dengan hal itu mengingat secara matematis armada Jurgen Klopp belum mengunci gelar. Menurutnya, andai Manchester City yang berada di posisi Liverpool, orang-orang mungkin tidak banyak berdebat seperti sekarang.

"Saya memahami perasaan mereka [Liverpool], menanti gelar selama 30 tahun. Andai Manchester City yang unggul 25 poin, tak seorang pun akan peduli, karena City sudah sering juara. Sebaliknya, Liverpool belum pernah memenangkannya selama 30 tahun. Ini seperti sebuah film," kata Merson kepada Sky Sports.

"Saya sangat memahami perasaan mereka. Jika gelar itu diberikan saat ini juga, secara matematis gelar ini belum mereka menangkan. Saya tahu mereka pada dasarnya sudah memenangkan liga, tapi mereka tetap belum memenangkannya secara resmi. Sungguh disayangkan," katanya.

Terkait solusi dalam melanjutkan atau membatalkan EPL, Merson mengaku lebih setuju jika kompetisi diteruskan, tentu dengan sejumlah modifikasi di tengah mewabahnya Covid-19.

Pertama, ia mengusulkan agar setiap klub mengisolasi diri dan melakukan tes medis kepada para pemainnya selama beberapa pekan. Selanjutnya, kompetisi dilanjutkan di stadion tertutup alias tanpa penonton. "Meski begitu, itu adalah solusi yang masih semrawut," terangnya.