Headlines:
DIHARAPKAN SEBELUM MELAKUKAN DEPOSIT MOHON HUBUNGI CS KAMI UNTUK KONFIRMASI REKENING TERBARU KAMI. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENGIRIMAN KE REKENING YANG SUDAH TIDAK DIGUNAKAN
Rencana Arab Saudi Akuisisi Manchester United Temui Kendala Besar

berita bola - Tampak rencana Saudi mengakuisisi Red Devils hanya sebatas rumor belaka.

Tidak ada rencana dalam waktu dekat bagi Manchester United untuk menjual kepemilikan klub kepada para investor Arab Saudi atau pun yang lainnya.

Spekulasi mengenai rencana Arab Saudi mengakuisisi United muncul setelah direktur pelaksana klub, Richard Arnold melakukan kunjungan ke negara Timur Tengah tersebut serta adanya kunjungan rutin dari para petinggi klub ke Saudi.

Kesan tersebut diperkuat pada akhir jendela transfer musim panas lalu, ketika United hanya membeli tiga pemain. Kurangnya aktivitas di bursa transfer menimbulkan anggapan bahwa keluarga Glazer sebagai pemilik klub saat ini mulai memangkas anggaran belanja demi menyeimbangkan finansial klub.

Namun, wakil pimpinan eksekutif Ed Woodward tampak siap memberikan lampu hijau untuk kegiatan belanja besar pada Januari, dengan menargetkan Erling Braut Haaland, Jadon Sancho, Declan Rice dan Mario Mandzukic.

Perencanaan jangka panjang seperti itu memperkuat fakta bahwa tidak ada proyeksi penjualan klub dalam waktu dekat. Sedangkan kunjungan rutin manajemen klub ke Saudi lebih mengarah ke hubungan komersial di antara klub dan kerajaan negara tersebut.

Nilai United di pasar saat ini ditetapkan pada angka £2.07 miliar, dan membutuhkan tawaran sekitar £3.09 miliar agar keluarga Glazers tergoda untuk melepas saham mayoritas mereka. Penjualan aset pribadi Kevin Glazer baru-baru ini tidak berdampak signifikan pada saham keluarga mereka di United secara keseluruhan.

Ada kendala lebih lanjut soal rencana para investor Saudi mengakuisisi United. Tokoh-tokoh kunci di kerajaan Saudi memiliki kekayaan dan otoritas mereka yang pada dasarnya di bawah naungan pangeran Mohammad bin Salman dan figur-figur lain dalam keluarga kerajaan. Hampir seragam, jumlah kekayaan tersebut bergantung pada masa depan Saudi Aramco, produsen minyak terbesar di dunia. Meski tampak akan menjadi kesepakatan yang menguntungkan, namun tetap berpotensi menyimpan sejumlah masalah.

Penjualan saham di Aramco di pasar terbuka telah dirancang untuk pasar saham internasional utama seperti di London dan New York Stock Exchange. Namun sebaliknya, kini saham hanya akan dijual kepada sesama investor Timur Tengah, karena bank-bank internasional besar telah ditipu dengan proposal nilai yang diajukan Aramco.

Itu berarti Arab Saudi sekarang hanya bisa menghasilkan pendapatan lebih sedikit dari yang semula direncanakan. Dengan uang yang dihasilkan untuk maksud tujuan memodernisasi ekonomi dan diinvestasikan ke seluruh penjuru dunia, termasuk Manchester United, maka ambisi akuisisi harus diredam.